Palabuhanratu (09 Agustus 2026)
Jarak dan waktu seringkali menjadi salah satu hambatan untuk kita saling bertemu. Untungnya dengan kemajuan era digital saat ini, justru jarak dan waktu tak lagi menjadi halangan untuk silaturahmi terus terjaga. Melalui sambungan kanal zoom meeting, Keluarga Besar FPMI Kab. Sukabumi menggelar takziah dan doa bersama untuk Alm. Bapak Nadi Kusnadi bin Engkos Kosasi, suami dari Ibu Mamay Lasmiaty Guru MIN 1 Sukabumi, sekaligus penggiat inklusif Kab. Sukabumi Pengurus Harian FPMI Kab. Sukabumi bidang litbang.
Berpulang ke Rahmatullah pada 03 Agustus 2026 lalu, adalah sebuah keniscayaan yang tak mungkin bisa di tawar lagi. Sebagai salah satu insan di bumi ini, terlebih bagi semua yang mempercayai Ke-Esaan-Nya, berpulang menghadap Dia Sang Pemilik hidup adalah pasti. Namun sebagai umat manusia, rona sedih dan kehilangan, adalah sebuah fase manusiawi yang semua orang bisa mengalaminya. Termasuk dengan Ibu Mamay. Kehilangan pasangan hidup, tentu bagian proses pendewasaan dan bukti kasih sayang yang Allah SWT berikan buat Bu Mamay. Terlebih, kondisi Bu Mamay sendiri yang masih terus berjuang melawan penyakitnya.
Bentuk empati dan solidaritas kekeluargaan FPMI Kab. Sukabumi jelas terlihat nyata dari kegiatan takziah dan doa bersama yang di pandu langsung oleh Ketua FPMI Kab. Sukabumi Ibu Erni Lestari. Tak hanya dihadiri kawan-kawan dari Kab. Sukabumi, namun juga di hadiri oleh kawan-kawan FPMI seluruh Indonesia. Suasana takziah dan doa bersama terasa sangat khidmat di bawah naungan doa oleh Ustad H. Eri Syahri Syahbana yang juga pendidik dan penggiat inklusif dari MIN 1 Sukabumi.
"Untuk Bu Mamay, semoga senantiasa di beri kesabaran, keikhlasan dalan menjalani semua ini. Insyaallah alm suami Bu Mamay diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,"ujar Ibu Umi Kulsum Nurdin Ketua FPMI Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Umi Kulsum juga turut mendoakan kesehatan Ibu Mamay yang juga masih dalam pengobatan intensif.
Sementara iti, nuansa sedih atas kehilangan sang belahan jiwa, masih sangat jelas tergambar dari intonasi dan nada suara Bu Mamay yang mengapresiasi atas semua doa dan perhatian yang di berikan untuknya dan mendiang sang suami.
"Terima kasih Bapak Ibu, yang sudah berkenan hadir dan turut mendoakan alm suami saya. Mohon di maafkan, atas kesalah-kesalahan alm, yang selama ini sering bertemu dengan Bapak Ibu di setiap kegiatan kita,"ujarnya bergetar menahan tangis.
Ibu Mamay, percayalah alm suami Bu Mamay, sudah tak lagi merasakan sakit yang selama ini beliau alami. Dan semoga teriring doa dari kami, Bu Mamay lekas sehat kembali, dan bisa melewati semua ini. Teruslah berjuang Ibu, selayaknya Ibu yang selalu berjuang membersama anak-anak di MIN 1 Sukabumi...peluk jauh Ibu Mamay, sehat-sehat ya....FPMI Kab. Sukabumi masih sangat membutuhkan bantuan Ibu....