Berita

FPMI Jabar Selenggarakan RAKORDA

Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Jawa Barat dilaksanakan secara virtual. Ketua FPMI Jawa Barat, Kulsum dan Wakil Ketua FPMI Pusat, Maskanah memberikan pengantar Rakorda yang dilaksanakan pada Selasa (19/09/23).

Melalui sambungan zoom meeting, Rakorda dihadiri oleh Ketua FPMI Pusat, Supriyono, Wakil Ketua FPMI Pusat, Maskanah, Wakil Sekretaris FPMI Pusat, Erwan Hermawan, Ketua FPMI Jawa Barat, Kulsum, serta anggota FPMI Jawa Barat yang telah terbentuk di beberapa Kota dan Kabupaten. Rakor dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Tenaga Kependidikan pada Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ade Ruhiyat. “Selamat dan sukses kegiatan Rakorda FPMI Jawa Barat, semoga FPMI Jawa Barat dapat memprioritaskan dan menyesuaikan program kerja yang sesuai dengan kondisi yang ada di Jawa Barat.” ujarnya.

Ade pun mengingatkan terkait pembentukan struktur organisasi yang akan dibentuk harus disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan serta visi misi FPMI Jawa Barat. Tak kalah penting, Ade mengingatkan terkait program yang akan dibentuk. “Evaluasi program yang telah lalu perlu untuk dilakukan, hal ini akan menjadi rekomendasi selanjutnya apakah program tersebut masih perlu dilanjutkan atau tidak. Kemudian FPMI harus bisa memberikan informasi-informasi secara detail dan jelas terkait program yang akan dilaksanakan.” lanjutnya.

Tak lupa Ade mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk semua pegiat pendidikan inklusi yang terus memperjuangkan dan membersamai peserta didik berkebutuhan khusus.
Sementara itu Ketua FPMI Pusat, Supriyono dalam sambutannya sangat mengapresiasi Rakorda yang dilaksanakan oleh FPMI Jawa Barat. “FPMI Jawa Barat sangat membanggakan dan menjadi spirit serta inspirasi bagi yang lain, karena begitu cepat dalam menindak lanjuti Rakornas yang baru saja kita laksanakan beberapa hari yang lalu,” ucap Supriyono.

Supriyono pun menyambut baik FPMI Jawa Barat yang gerak cepat dalam mengurai kelanjutan kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Madrasah Inklusif di lima provinsi beberapa waktu lalu. “Jawa Barat menjadi sumber belajar dan bahkan pusat sumber belajar inklusi, tidak saja khusus yang berada di Jawa Barat, tapi juga sebagai acuan sumber belajar di Indonesia. Terus bangun komunikasi dan komitmen. Kerjasama dengan pihak manapun yang semua dapat berdampak positif bagi peningkatan mutu pelayan bagi peserta didik, khususnya bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.” pungkas Supriyono.

Usai pembukaan, acara inti dilaksanakan dengan agenda evaluasi program, penyusunan struktur kepengurusan, serta penyusunan program yang dipandu langsung oleh Kulsum.

Siaran Pers
Biro Kehumasan FPMI Jawa Barat

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.